Ajaib, Bayi Paling Tua Lahir dari Embrio Beku 27 Tahun. Usia Aslinya Cuma Beda 18 Bulan dengan Ibu

Semenjak belum jadi manusia juga, calon janin telah menujukkan bermacam fenomena yang akan membuat kamu berasa kagum. Proses perubahan dari yang tidak ada jadi ada-ada saja kemungkinan telah membuat kamu takjub, apa lagi bila ada bukti jika umurnya rupanya dapat. Dipeti-eskan juga. Pikirkan saja, belakangan ini ada anak yang sudah seharusnya berumur 27 tahun bila dilahirkan tetapi malahan baru lahir berbentuk bayi sesudah embrio hasil pembuahan dipeti-eskan sepanjang 27 tahun lama waktunya. Umurnya cuman beda 18 bulan dengan ibunya yang melahirkan.

Bayi ini pecahkan rekor jadi bayi ‘paling tua’ yang pernah. Dilahirkan dan membalap rekor dari kakaknya sendiri yang dipeti-eskan sepanjang 24 tahun lama waktunya. Hmm, semakin membuat ingin tahu ya narasi yang ini. Yok baca secara lengkap!

Kelahiran dua bayi ini difasilitaskan oleh National Embryo Donation Centre (NDEC) di Knoxville yang. Terima bantuan embrio dari orangtua biologis yang jalani program. Bayi tabung tetapi entahlah apa faktanya memilih untuk tidak memakai embrio yang telah difertilisasi. Nanti embrio ini akan dipeti-eskan dan didonasikan ke mereka yang pengin melahirkan bayi itu seperti Tina.

Sistem pembekuan embrio sebuah langkah yang dikerjakan untuk mempeti-eskan dan simpan embrio yang belum dipakai pada proses bayi tabung. Faktanya umumnya beberapa macam seperti sebab. Pasangan yang pengin tunda kehamilan namun pengin jaga kualitas embrio atau pasangan yang pengin memakai sistem bayi tabung dan membuat banyak embrio sekalian hingga bila tidak berhasil langsung bisa jalankan transisi selanjutnya.

Dikutip dari Fertility Center, ada dua sistem untuk. Mmpeti-eskan embrio yakni pembekuan cepat dan slow progammable freezing yang lebih lamban dan dikerjakan lewat tingkatan-tingkatan. Ke-2 sistem ini akan jalani proses cryopeservation yakni proses untuk hilangkan air dan ditukar dengan cryoprotectant. Ini dikerjakan sebab saat embrio dipeti-eskan saat masihlah ada air karena itu sel akan mempunyai potensi hancur saat dicairkan kembali. Sesudahnya lewat proses itu, embrio akan dipeti-eskan lewat proses vitrification.